Kamis,
(11/8/22), dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka
(IKM), SMP Plus Insan Gemilang Blora melakukan kegiatan Studi Tiru
(benchmarking) kepada Sekolah Pelaksana Program Sekolah Penggerak Provinsi D.I.
Yogyakarta khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Sekolah yang menjadi tujuan
studi tiru adalah SMP Muhammadiyah Al Mujahidin. Kunjungan tersebut
dilaksanakan di Meeting Room Kampus 1 pukul 08.00 WIB s.d selesai.
Adapun
peserta dalam pelaksanaan Studi Tiru (benchmarking) ini melibatkan Kepala Sekolah SMP Plus Insan Gemilang, Ketua
Yayasan Insan Gemilang, Pengawas Sekolah, Perwakilan guru, serta Pengurus
Asrama.
Kegiatan
dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah
Al Mujahidin, Ustadz Agus Suroyo, M.Pd.I. dalam sambutannya berisi ucapan
terima kasih dan selamat datang kepada Tim SMP Plus Insan Gemilang Blora di SMP
Muhammadiyah Al Mujahidin. Dilanjutkan dengan sambutan oleh perwakilan
dari Tim SMP Plus Insan Gemilang Blora.
SMP
Muhammadiyah Al Mujahidin bersama Tim SMP Plus Insan Gemilang Blora sharing
Implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran terdeferensiasi, dan managemen
sekolah berbasis digital. Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, terdapat
pembelajaran proyek dari 20 persen total waktu pembelajaran dalam satu tahun.
Ada tujuh tema proyek yang harus di laksanakan siswa dalam satu fase siswa
bersekolah di SMP tema tersebut antara lain perubahan iklim global, kearifan
lokal, bineka tunggal ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi,
berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI, dan kewirausahaan.

SMP
Muhammadiyah Al Mujahidin dalam melaksanakan pembelajaran proyek mengambil tema
kewirausahaan, salah satu bentuk tema tersebut adalah Market Day . Market Day
yang telah terlaksana pada November lalu yang bertujuan untuk melatih siswa
dalam hal berwirausaha dengan mengedepankan sikap Profil Pelajar Pancasila
yaitu, bernalar kritis, kreatif, dan gotong royong. Ada pula Program Roots
Pelatihan Agen Perubahan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan di Sekolah.
Bertujuan untuk mencegah bullying yang sering terjadi di sekolah. Juga
menanamkan nilai moral yang baik kepada siswa-siswi SMP Muhammadiyah Al
Mujahidin.
Selain
pembelajaran proyek, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin juga melaksanakan
pembelajaran terdeferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan
pembelajaran yang mengakomodasi dari semua perbedaan peserta didik, terbuka
untuk semua dan memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap
individu. Keberagaman dari setiap individu harus selalu diperhatikan, karena
setiap peserta didik tumbuh di lingkungan dan budaya yang berbeda sesuai dengan
kondisi geografis tempat tinggal mereka. Pembelajaran dilakukan dengan beragam cara
untuk memahami informasi baru bagi semua peserta didik dalam komunitas ruang
kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten;
mengolah, membangun, atau menalar gagasan, dan mengembangkan produk
pembelajaran dan ukuran evaluasi sehingga semua peserta didik di dalam suatu
ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan
efektif.
Selain
itu juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada
dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya. Strategi Pembelajaran
berdiferensiasi ada 3 yaitu: diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan
diferensiasi produk.

Kunjungan Studi Tiru diakhiri dengan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan dari SMP Plus Insan Gemilang Blora kepada SMP Muhammadiyah Al Mujahidin sebagai ucapan terima kasih.